15 desember 2008. tahun dan tanggal yang nggak akan kulupa.
karena aku kehilangan bundaku tercinta.
wanita yang menjadi tujuan hidupku untuk membahagiakan beliau.
pagi itu tanggal 15 desember, ada sms masuk dari rekan ku . ibu masuk ICU. aku kebingungan dan langsung mempersiapkan diriku untuk pulang. sambil berdoa dalam hati. ibu tunggulah aku, sebentar lagi, sebentar lagi ibu, aku akan datang.
ternyata ibu tak kuasa menunggu ku, beliau sudah dipanggil Allah SWT untuk menghadapnya disana. aku bingung dan terpuruk, air mata ku tak terbendung lagi, aku serasa kehilangan tujuan dalam hidupku. aku berlari lari ke pintu ICu mencari ibu, tapi ibu sudah nggak ada.
kupacu mobil ke rumahku, oh ibu, belum cukup aku membahagiakan ibu, tapi ibu sudah berpulang. sangat amat sangat sesalku, aku belum sempat berbakti pada ibu.
seperti ada lubang besar yang menganga di dadaku.kepedihanku dan kesedihanku . . . Ya Allah , aku nggak siap kehilangan ibu. begitu cepat, aku belum apa apa ya Allah, kenapa kenapa dan kenapa? berbagai pertanyaan berkecamuk di kepala ku. Andai ada sms ke alam selanjutnya, tentu aku bisa bertanya kepada ibu ku. Kenapa ibu????????
kucoba untuk tidak terus meratap, sepeninggal ibu, walau ku belum tau siapa lagi yang menjadi tujuan hidupku.
begitu dekat ku dengan ibu, curahan hati dan pikiran beliau lah yang membuat ku ingin berjuang untuk membahagiakan ibu.
ibu, mohon maaf sekali anakmu ini belum bisa membahagiakan ibu.
ya Allah, sampaikan salamku buat ibu . semoga ibu bahagia di peristirahatannya. tolong tiupkan hawa surga ke rumah ibu yach, temanilah ibu dengan perwujudan yang rupawan dan harum yaitu amal soleh ibu. karena aku yakin, tak pernah sedetik pun ibu ku berpaling dari mu ya Allah tuhanku.
aku berjuang menyatukan serpih serpih hati ku dari kesedihan akan kehilangan ibu. kadang dalam pikiran masih sangat aku menginginkan berbincang kembali dengan ibu. tapi yang terucap hanya, maaf . . . maaf . . . maaf kan anakmu ini yng kurang berbakti pada ibu.
aku akan kembali berusaha menjadi anak yang ibu bisa banggakan, aku akan bangkit, dengan lebih banyak berdoa, dan menjadi seperti yang ibu inginkan.
tolong doakan aku ibu, kalo ibu masih bisa berdoa. doakan anak anak ibu. dan semoga ibu bisa beristirahat dengan tenang di peristirahatan ibu. Amin.
with love
hesti
karena aku kehilangan bundaku tercinta.
wanita yang menjadi tujuan hidupku untuk membahagiakan beliau.
pagi itu tanggal 15 desember, ada sms masuk dari rekan ku . ibu masuk ICU. aku kebingungan dan langsung mempersiapkan diriku untuk pulang. sambil berdoa dalam hati. ibu tunggulah aku, sebentar lagi, sebentar lagi ibu, aku akan datang.
ternyata ibu tak kuasa menunggu ku, beliau sudah dipanggil Allah SWT untuk menghadapnya disana. aku bingung dan terpuruk, air mata ku tak terbendung lagi, aku serasa kehilangan tujuan dalam hidupku. aku berlari lari ke pintu ICu mencari ibu, tapi ibu sudah nggak ada.
kupacu mobil ke rumahku, oh ibu, belum cukup aku membahagiakan ibu, tapi ibu sudah berpulang. sangat amat sangat sesalku, aku belum sempat berbakti pada ibu.
seperti ada lubang besar yang menganga di dadaku.kepedihanku dan kesedihanku . . . Ya Allah , aku nggak siap kehilangan ibu. begitu cepat, aku belum apa apa ya Allah, kenapa kenapa dan kenapa? berbagai pertanyaan berkecamuk di kepala ku. Andai ada sms ke alam selanjutnya, tentu aku bisa bertanya kepada ibu ku. Kenapa ibu????????
kucoba untuk tidak terus meratap, sepeninggal ibu, walau ku belum tau siapa lagi yang menjadi tujuan hidupku.
begitu dekat ku dengan ibu, curahan hati dan pikiran beliau lah yang membuat ku ingin berjuang untuk membahagiakan ibu.
ibu, mohon maaf sekali anakmu ini belum bisa membahagiakan ibu.
ya Allah, sampaikan salamku buat ibu . semoga ibu bahagia di peristirahatannya. tolong tiupkan hawa surga ke rumah ibu yach, temanilah ibu dengan perwujudan yang rupawan dan harum yaitu amal soleh ibu. karena aku yakin, tak pernah sedetik pun ibu ku berpaling dari mu ya Allah tuhanku.
aku berjuang menyatukan serpih serpih hati ku dari kesedihan akan kehilangan ibu. kadang dalam pikiran masih sangat aku menginginkan berbincang kembali dengan ibu. tapi yang terucap hanya, maaf . . . maaf . . . maaf kan anakmu ini yng kurang berbakti pada ibu.
aku akan kembali berusaha menjadi anak yang ibu bisa banggakan, aku akan bangkit, dengan lebih banyak berdoa, dan menjadi seperti yang ibu inginkan.
tolong doakan aku ibu, kalo ibu masih bisa berdoa. doakan anak anak ibu. dan semoga ibu bisa beristirahat dengan tenang di peristirahatan ibu. Amin.
with love
hesti
0 komentar: